Jumat, 17 Mei 2013

Laporan Praktikum Pemetaan sumberdaya Hayati ( Penggunaan GPS )


PRAKTIKUM PEMETAAN
MENGGUNAKAN GPS
PETA KOORDINAT 91o20’482” DAN 06 o77’640”
Shift 1 Hari Selasa Kelompok 2

1.    Duwi Andini

2.    Eka Niswatul Mufidah
3.    Fatatin Nuriyana
4.    Marselia Riyantika
5.    Musaropah
6.    Nur Haryanto
7.    Nur Laily Badriyah
8.    Riska Kurniawati
9.    Riza Juwita Dewi
10. Sisca Dellia Mandha

PEMANFAATAN SUMBERDAYA PERIKANAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2013





BAB I

PENDAHULUAN


1.1.        Latar Belakang

Istilah pemetaan seringkali digunakan pada ilmu matematika untuk menujukkan proses pemindahan informasi dari satu bentuk ke bentuk yang lainnya, proses tersebut sama dengan yang dilakukan oleh kartografer,yaitu memindahkan informasi dari permukaan bumi ke dalam kertas. Hasil dari pemindahan informasi tersebut dinamakan peta atau denah atau map. Perkembangan dalam teknologi. Komputer memungkinkan perpindahan media untuk pemetaan menjadi digital. Pemetaan digital menjadi lebih fleksibel karena banyaknya jumlah informasi yang dimiliki dan mudahnya pengaksesan informasi. Bentuk peta digital yang paling sederhana adalah memindahkan media peta yang sebelumnya kertas menjadi gambar pada komputer, misal JPEG tanpa adanya database dengan kemampuan interaktif (Fitriani et al.,2011).
            Informasi yang akurat dan mutakhir mengenai kondisi sumber daya laut diperlukan untuk pengelolaan sumber daya secara optimum dan lestari. Dalam kasus sulit mendapatkan data melalui survei lapangan, penginderaan jauh (inderaja) dapat digunakan sebagai alat untuk memperoleh informasi secara cepat, efisien, dan cukup akurat Oleh karena itu, studi ini bertujuan memanfaatkan data inderaja dalam mengkaji distribusi dan kondisi sumber daya laut (Gaol et al., 2007).
            Pembangunan sector kelautan dan perikanan saat ini merupakan pilihan yang strategis dalam rangka mendukung upaya pembangunan ekonomi secara nasional, untuk menciptakan landasan ekonomi yang kuat. Sumberdaya ikan sebagai bagian dari kekayaan alam, merupakan modal dasar pembangunan nasional yang perlu dimanfaatkan secara optimal untuk kemakmuran rakyat Indonesia, dengan mengusahakan secara berdaya guna dan berhasil guna serta selalu memperhatikan kelestariannya (Sukandar et al.,2005)

1.2.        Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan dari praktikum penggunaan GPS yaitu  praktikan dapat mengetahui pengertian dari GPS, Kemudian dari pengertian tersebut praktikan dapat mengetahui klasifikasi GPS Sehingga akhirnya  praktikan dapat mengetahui metode atau cara penggunaan GPS dan dapat memanfaatkannya dalam kehidupan sehari- hari.

1.3.     Waktu dan Tempat
Kegiatan praktikum penggunaan GPS dilaksanan pada hari selasa, 14 Mei 2013 pada jam 08.00-08.30 WIB  yang bertempat di dua lokasi yaitu tempat parkir karyawan/dekanat Fakultas Pertanian dan tempat parkir karyawan/dekanat Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Brawijaya Malang.




BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Pengertian GPS
GPS adalah singkatan dari Global Positioning System yang merupakan system untuk menentukan posisi dan navigasi secara global dengan menggunakan satelit. Sistem yang pertama kali di kembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika ini digunakan i=untuk kepentingan militer maupun sipil (survey dan pemetaan)
System GPS, yang nama asinya adalah NAVSTAR GPS (Navigation Satelite Timing and Ranging Global Positioning System), mempunyai tiga segmen yaitu : satelit, pengontrol, dan penerima/pengguna. Satelit yang GPS yang mengorbit bumi, dengan orbit dan kedudukan yang tetap (koordinatnya pasti), seluruhnya berjumah 24 buah dimana 21 buah aktif bekerja dan 3 buah sisanya adalah cadangan.
  1. satelit bertugas untuk menerima dan menyimpan data yang di transmisikan oleh stasiun-stasiun pengontrol, menyimpan dan menjaga informasi waktu berketelitian tinggi (ditentukan dengan jam atomic di satelit), dan memancarkan sinyal dan informasi secara kontinyu ke pesawat penerima (resiver) dari pengguna
  2. pengontrol betugas untuk mengendalikan dan mengontrol satelit dari bumi baik untuk mengecek kesehatan satelit, penentuan dan prediksi orbit dan waktu, sinkronisasi waktu antar satelit, dan mengirim data ke satelit.
  3. penerima bertugas menerima data dari satelit dan memprosesnya untuk menentukan posisi (posisi 3 dimensi yaitu koordinat dibumi dan ketinggian), arah, jarak, dan waktu yang diperlukan oleh pengguna. Ada 2 macam penerima yaitu tipe NAVIGASI dan tipe GEODETIC. Yang termasuk resiver tipe NAVIGASI antara lain : Topcon, Leica, Astech, Trimble seri 4000 dan lain-lain.

Dalam bidang survey dan pemetaan untuk wilayah terumbu karang, GPS dapat digunakan untuk menentukan posisi titik-titik lokasi penyelaman maupun transek. Posisi yang di peroleh adalah posisi yang benar terhadap system koordinat bumi. Dengan mengetahui posisinya yang pasti, lokasi-lokasi penyelaman maupun transek dapat di plotkan ke dalam peta kerja.
Sekilas tentang system koordinat
Pengenalan tentang system koordinat sangat penting agar dapat menggunakan GPS secara optimum. Setidaknya ada dua klasifikasi yang dipakai oleh GPS maupun dalam pemetaan : system koordinat global dan system koordinat di dalam bidang proyeksi.
  1. koordinat geografi diukur dalam lintang dan bujur dalam besaran derajat decimal, derajat menit decimal atau derajat menit detik.
  2. koordinat di dalam bidang proyeksi merupakan koordinat yang dipakai pada system proyeksi tertentu. Umunya berkait erat dengan system proyeksinya, walaupun adakalanya (karena itu memungkinkan) digunakan koordinat geografi dalam bidang proyeksi.
Membicarakan system koordinat dalam bidang proyeksi tidak dapat terlepas dari datum yang digunakan. Ada dua macam datum yang umum digunakan dalam perpetaan yaitu datum horizontal dan datum vertical. Dengan demikian transformasi antar datum, antar system proyeksi, dan antar system koordinat dapat dilakukan.
GPS (Global Positioning System) adalah sistem satelit navigasi dan penentuan posisi yang dimiliki dan dikelola oleh Amerika Serikat. Sistem ini didesain untuk memberikan posisi dan kecepatan tiga dimensi serta informasi mengenai waktu. GPS terdiri dari 3 segmen yaitu segmen angkasa, kontrol/pengendali, dan pengguna. Segmen angkasa terdiri dari 24 satelit yang beroperasi dalam 6 orbit pada ketinggian 20.200 km dengan periode 12 jam (satelit akan kembali ke titik yang sama dalam 12 jam). Segmen Kontrol/Pengendali terdapat pusat pengendali utama yang terdapat di Colorodo Springs, dan 5 stasiun pemantau lainnya dan 3 antena yang tersebar di bumi ini. Pada sisi pengguna dibutuhkan penerima GPS yang biasanya terdiri dari penerima, prosesor, dan antena. akan ditunda pengiriman ke tujuan hingga tujuan aktif kembali.

2.2.        Klasifikasi GPS
A.    Fungsi – Fungsi Tombol Garmin GPS Navigasi 60  
Garmin GPS Navigasi 60  adalah salah satu Receiver GPS tipe navigasi, yang dilengkapi dengan Kompas Digital. Alat ini punya kemampuan sebagai berikut :
1.     Dapat menentukan posisi (koordinat) dalam format geografi (lintang & bujur), koordinat pada proyeksi peta (UTM), dll
2.     Dapat menentukan ketinggian suatu tempat
3.     Dapat menentukan waktu, kecepatan, dan arah
4.     Dapat menyimpan koordinat sebanyak 3000 titik (waypoint)
5.     Dapat menyimpan koordinat secara otomatis (track) sebanyak 10000 titik.
Fungsi – fungsi tombol pada keypad Receiver Garmin GPS 60 adalah sebagai berikut :
1.    Tombol  ON/OFF
Tombol ini berfungsi untuk menghidupkan atau mematikan Receiver atau untuk mengatur terang/gelap layar.
2.    Tombol  Zoom In dan tombol Zoom Out 
Tombol ini berfungsi pada tampilan halaman (page) peta (map)      untuk memperbesar atau memperkecil tampilan peta dilayar.
3.    Tombol  FIND 
Tombol Find berfungsi untuk menampilkan menu Find, berguna untuk navigasi mencari suatu titik yang telah diketahui koordinatnya (waypoint) atau mencari suatu kota (Cities).
4.  Tombol  MARK 
Tombol Mark berfungsi untuk menyimpan posisi saat ini ke dalam waypoint.
5.  Tombol  QUIT 
Tombol Quit berfungsi untuk keluar dari suatu tampilan menu atau kembali ke halaman sebelumnya.
6   Tombol  ROCKER 
Tombol Rocker berfungsi untuk memilih menu atau menggerakkan kursor pada tampilan di layer.
7.  Tombol  PAGE 
Tombol Page berfungsi untuk pindah dari tampilan halaman (page) 1 ke halaman berikut.
     8.  Tombol  MENU 
Tombol Menu berfungsi untuk menampilkan option masing-masing tampilan halaman atau kalau ditekan 2 kali akan menampilkan halaman menu utama.
     9.  Tombol  ENTER 
Beberapa fungsi tombol ini adalah sebagai berikut :
Untuk memilih  menu/submenu Untuk memasukkan data   (misalnya memasukkan koordinat ke waypoint). 
Dibagian belakang Receiver Garmin GPS terdapat :
1.    Port untuk koneksi kabel ke antena luar.
2.    Port untuk koneksi kabel ke batterai luar.
3.    Port untuk koneksi kabel USB ke computer.
4.    Kunci penutup batterai.
5.    Tempat batterai.
Tampilan Informasi Layar (PAGE) 
Receiver Garmin GPS Navigasi 60 menampilkan informasi ke pengguna dalam bentuk halaman per halaman (page) informasi di layer monitor, ada lima (5) tampilan halaman informasi yang terdiri dari Satelite Page, Trip Komputer Page, Map Page, Compass Page, Main Menu Page. Untuk pindah dari tampilan halaman satu ke halaman lainnya dapat melakukan dengan menekan tombol PAGE atau QUIT.

 1.    Satellite Page
Menampilkan informasi jumlah satelit yang diterima dalam bentuk diagram  batang dan sky plot, posisi atau koordinat Geografi (lintang dan bujur) serta  ketelitian koordinat.
2.    Trip Komputer Page
Menampilkan informasi data untuk navigasi seperti kecepatan, arah, jarak, waktu, posisi, ketinggian dan lain-lain
3.    Map Page
Menampilkan peta dan informasi navigasi (sesuai kebutuhan). Pada tampilan halaman peta ini beberapa hal yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :
 Zoom IN/OUT (memperbesar atau memperkecil) tampilan skala peta. Menampilkan titik waypoint. Menampilkan hasil pengukuran Track (seperti jalan, dll).  Mengukur jarak antara 2 titik di peta, dll.
4.    Compass Page
Menampilkan informasi navigasi, pada dasarnya sama dengan Map Page :
·      Speed (kecepatan).
·      Dist To Next (jarak ke titik yang dituju).
·      To Course (arah/azimuth ke titik yang dituju).
·      Off Course, koreksi ke arah garis tujuan di lapangan (kiri atau kanan)
·      Track (arah perjalanan/pergerakan receiver).
  Untuk mengganti/ merubah tampilan kotak informasi dapat menggunakan.
 5.    Main Menu
Main Menu adalah Menu untuk mengatur parameter receiver (datum, format koordinat), satuan panjang/sudut/waktu yang diinginkan, atau informasi mengenai GPS, tinggi muka laut, waypoint, beberapa program bantu seperti kalkulator, kalender, stopwatch, games dan lain-lain. 



BAB III
METODE
Cara menggunakan GPS pada saat praktikum yaitu:
1.    Meng-ON-kan GPS, untuk menyalakan lampu layar GPS tekan tomol ON dua kali
2.    Tunggu sampai muncul Aquaring Satelite dan muncul lima satelit
3.    Tekan find
4.    Pilih waypoint
5.    Tekan enter
6.    Pilih P09 dan P67
7.    Enter
8.    Enter
9.    Follow road of road
10.  Enter
11.  Untuk memperbesar gambar lokasi tekan zoom in dan untuk memperkecil gambar lokasi tekan zoom out
12.  Cari titik mengikuti garis pink atau menuju bendera untuk sampai ke lokasi, jika sudah sampai lokasi di tandai dengan hilangnya garis pink dan tulisan arriving
13.  Page untuk kompas lokasi
Jika sudah sampai lokasi maka mendeskripsikan tempat dan mengambil foto 4 arah 20 meter dari titik lokasi



BAB IV
HASIL
4.1. Layout
a.  Peta koordinat P67 (91o20’482”) 


b. Peta koordinat P09 (06 o77’640”)

Deskripsi tempat
1.    Deskripsi Lokasi koordinat P09 yaitu 20 meter di sebelah utara terdapat gedung B fakultas perikanan dan ilmu kelautan, 20 meter disebelah barat terdapat gedung petanian, 20 meter sebelah selatan terdapat gedung pertanian dan 20 meter sebelah timur terdapat  gedung tanah fakultas pertanian
 
 
Deskripsi Lokasi kooordinat p67 yaitu 20 meter sebelah utara terdapat  gedung  fakultas ilmu budaya, 20 meter sebelah barat terdapat gedung LSIH-UB, 20 meter sebelah selatan terdapat parkiran khusus karyawan fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam, dan 0 meter sebelah timur terdapat gedung biologi fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam













BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Pemetaan seringkali digunakan pada ilmu matematika untuk menujukkan proses pemindahan informasi dari satu bentuk ke bentuk yang lainnya, proses tersebut sama dengan yang dilakukan oleh kartografer,yaitu memindahkan informasi dari permukaan bumi ke dalam kertas.
GPS adalah singkatan dari Global Positioning System yang merupakan system untuk menentukan posisi dan navigasi secara global dengan menggunakan satelit.Satelit yang GPS yang mengorbit bumi, dengan orbit dan kedudukan yang tetap (koordinatnya pasti), seluruhnya berjumah 24 buah dimana 21 buah aktif bekerja dan 3 buah sisanya adalah cadangan.
        5.2  Saran
1.Pada praktikum pemetaan perlu adanya penambahan waktu, agar materi dapat dikuasai oleh praktikan dengan baik.
2.Ketepatan waktu pelaksanaan praktikum perlu ditingkatkan, terutama pada shift 1/ pagi hari.




 

DAFTAR PUSTAKA

Abidin, H.Z., 1993. Sinyal dan Data Pengamatan GPS. Majalah S&P Vol.10; No. 4; pp: 1-14.
 Abidin, H.Z., 1994. Surveyor Indonesia Dalam Era GPS. Majalah S&P Vol.11; NO.; pp : 35-46
Abidin, Hasanuddin Z, Penentuan Posisi dengan GPS dan Aplikasinya, Pradnya Paramita, Jakarta, 2000.
Fitriani, Risnandar, dan Fauzan Azmi. 2011. Sistem Pemetaan Digital Ruangan                     Kampus (Studi Kasus : Politeknik Telkom).
Gaol, Risti Endriani Arhatin, dan Djisman Manurung1), Mujizat Kawaru1)
Manual Garmin GPS
Prihandito, A., 1988. Proyeksi Peta. Kanisius,Yogyakarta, 124pp.
Sukandar, Daduk S, dan Didik Y. 2005. Diktat Mata Kuliah Pemetaan Sumberhayati Laut. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya : Malang.

0 komentare rika:

Poskan Komentar

BERKOMENTARLAH YANG BAIK DAN SOPAN

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Premium Blogger | Karya Harry-Vht - Premium Blogger Themes | coupon codes